Rabbi, maafMu yang kupinta
Ku julurkan kedua tanganku kepada cahaya
Aku menangis dan tak mampu membendung air mata
Aku menangis dan tangisku pun merintih lara
Segenggam doa kureguk dari tetesan-tetesan darahku
Tidak selainMu tapi hanya kepada Engkau rintihanku tertuju
karena pagiku terbelenggu di soreku kepada DiriMu
Ya Rabbi...
Pancarkan cahayaMu dalam sesatku yang haus
Aku tidak tahu di mana kudapatkan telaga firdaus
Agar dapat mengguyur dahaga kerinduanku
Karena sungai mengering tak dapat memadamkan panas jiwaku
RahmatMu ya Rabbi...
Ini dosaku dan ini takwaku
Kebaikanku dan kesalahanku di atas titian kehidupanku
RahmatMu ya Rabbi...
Aku dan sampanku serta kesalahan-kesalahanku
Berada dalam lautan hampa sinar pemandu
Kelam dan gelap gulita
Tapi masih tersisa harapan
Engkau ampuni atau tidak aku akan tetap memanggilMu
Ya Rabbi
Ilahi,
Bekalku sedikit, menurutku tidak cukup
Apakah aku harus menangisi bekal atau panjangnya perjalanan
Apakah Engkau akan membakarku dengan neraka wahai tumpuan harapan
Lalu di mana harapanku kepadaMu dan di mana ketakutanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar